Mau Aman dalam Membeli Tanah? Berikut Ini Tipsnya

Mau Aman dalam Membeli Tanah? Berikut Ini Tipsnya

Tanah merupakan salah satu investasi yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain dari model investasi yang lain seperti emas, saham, deposito, properti dan lain sebagaianya. Banyak yang menyukai melakukan investasi dengan tanah karena harga tanah pada setiap tahunnya akan mengalami kenaikan dan pasti mendapatkan keuntungan. Selain itu juga tidak memerlukan perawatan khusus.

Selain untuk investasi, tanah juga bisa untuk mendirikan bangunan baik rumah, toko ataupun ruko sebagai usaha anda. Walau harga tanah saat ini terbilang tinggi terutama di kota Jakarta namun anda bisa melihat beberapa tanah yang dijual di bawah harga 200 juta di Jakarta dengan klik jual tanah pribadi berikut. Banyak sekali tanah dengan harga murah yang bisa anda miliki untuk investasi atau bangunan

Tips Membeli Tanah Dengan Aman

Bagi anda yang ingin memiliki investasi dalam bentuk tanah, pastikan dulu beberap hal sebelum anda akan membeli tanah tersebut. Yang utama adalah cek legalitas tanah tersebut dan pastikan bebas dari free, clear dan clean.  Free artinya bebas sengketa, lalu clear artrinya ukuran tanah yang dijual sama dengan yang tertera di sertifikat tanah, dan clean artinya tidak sedang digunakan atau ditempati

1. Cek Kondisi Tanah

Langkah awal yang harus anda lakukan adalah memastikan kondisi tanah yang akan anda beli. Hal ini berkaitan dnegan jenis dan kontur tanahnya, apakah mumpuni jika akan didirikan banguan atau tidak. Ada baiknya anda jangan membeli tanah dengan posisi miring, kecuali anda memang mencari atau menyukai tanah dengan kontur miring

2. Cek juga lokasi dari tanah tersebut.

Kenapa harus cek lokasi, agar anda bisa mempunyai gambaran jika suatu saat tanah ini dijadikan usaha apakah memudahkan dalam pembangunan, pengadaan infrastruktur dan lainnya. Akses yang mudah di jangkau tentu saja akan semakin menguntungkan buat anda. Walaupun hanya untuk investasi tentu saja lokasi menjadi pertimbangan anda

3. Cek Kelengkapan Surat-Suratnya

Permasalahan yang sering terjadi adalah terkait sertifikat tanah. Kerap ditemui banyak yang terjebak dengan sertifikat palsu. Masyarakat yang banyak melaporkan tentang sertifikat palsu biasanya tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian karena telah tergiur dengan harga murah. Padahal hal ini sangat merugikan bagi pembeli juga pemilik tanah.

Agar terhindar dari kasus tersebut, ada baiknya sebelum melakukan transaksi pembelian anda dan penjual tanah bersama mendatangi kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat untuk menanyakan tentang keaslian sertifikat tersebut. BPN akan melakukan pengecekan berdasarkan peta pendaftaran, surat ukur, daftar tanah, dan buku tanah

4. Buatlah Akta Jual Beli (AJB)

Akta jual beli ini merupakan sebuah perjanjian jual beli sebagai bukti yang sah tentang pengalihan hak atas tanah sebagai akibat dari proses jual beli tanah. AJB ini akan terbit dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah seperti Hak Guna Bangunan, Hak Milik dan Girik. Penandatanganan perjanjian harus dilakukan di depan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dengan menyertakan persyaratan

Pihak Penjual 
1. Sertifikat tanah asli
2. KTP penjual 
3. Apabila penjual suami/istri telah meninggal, maka perlu membawa akta kematian
4. Bukti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) selama 10 tahun terakhir
5. Surat persetujuan suami atau istri
6. Kartu Keluarga yang masih berlaku

Pihak Pembeli
1. KTP asli pembeli yang masih berlaku
2. Kartu Keluarga yang masih berlaku

5. Bawa Semua Berkas ke BPN

Setelah semua proses penandatanganan AJB telah selesai, maka langkah selanjutnyaadalah menyerahkan berkas ke BPN. Batas penyerahan berkas diatur paling lama 7 hari setelah penandatanganan dilakukan. Berkas dari AJB yang diserahkan harus berkas asli dan bukan foto copy. Akan lebih baik jika berkas yang akan diserahkan di bawa oleh pembeli dan penjual langsung.

Penyertahan berkas ini juga harus melampirkan surat permohonan balik nama yang dilengkapi dengan tanda tangan pembeli, sertifikat hak atas tanah, KTP penjual dan pembeli, bukti lunas PPH serta bukti lunas BPHTB asli. Setelah berkas diserahkan, petugas akan membuat surat  bukti penerimaan berkas proses balik nama. Nama penjual akan dicoret dari buku tanah dan sertifikat

Cermat Membeli Tanah

Jakarta merupakan kota besar dengan segudang aktifitas yang mendatangkan banyak orang. Kebutuhan akan hunian dan tempat usaha membuat banyak orang mencari tanah atau lahan kosong untuk mereka beli. Bisa mereka bangun sendiri aatu dijadikan modal investasi yang akan mendatangkan keuntungan. Informasi tentang jual beli tanah saat ini banyak yang bisa di akses menggunakan internet

Namun membeli tanah memang gampang-gampang susah. Banyak sekali makelar atau calo tanah yang sering memanfaatkan kondisi untuk mencari keuntungan sendiri. Pastikan anda menghubungi pihak yang tepat dan resmi sebagai penyedia jasa jual beli tanah, agar terhindar dari penipuan yang akan membuat anda rugi dan repot dalam menyelesaikan sengketa yang ada